Maqolah 004 - Isqathu Tadbiir Jangan Intervensi Keputusan Dan Jaminan Alloh

BlogAuthor
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Maqolah 004 - Tadbiir Jangan Intervensi Keputusan Dan Jaminan Alloh
Maqolah 004, Attanbih Syarah AlHikam. 

Terjemah Maqolah 004. 

Istirahatkan dirimu dari ikut campur-intervensi Pengaturan Alloh perihal Kehidupan. Sesuatu yang sudah diatur yang Maha Mengatur tak perlulah kamu ikut campur.

Kamus Kata :

1. Arih.

Istirahatkan tenangkan dirimu, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak usah kamu pikirkan. Lepaskan, tak usahlah kamu ikut-ikutan mikir.

2. Tadbirr.

Pengaturan Alloh dalam (kebaikan-keserasian) mengatur kehidupan Makhluknya termasuk dirimu.
Meliputi Rizkinya Makhluk, Kemaslahatannya, Baik-Buruknya, Kapan, Dimana, Seberapa dan Bagaimana realisasinya itu semua masuk pada Pengaturannya Alloh.

✍️ Dalam hal ini, Manusia (Murid-Salik) disuruh tidak usah ikut campur, tak perlu risau atas Pengaturannya Alloh. Dilarang ikut campur karna di situ ada Su'ul Adab yang sangat jelas.

✍️ Tadbiir ada 3 Kategori.

A. Tadbiir Yang Tercela.

* Yaitu Tadbiir (mengatur) yang disertai memastikan dan meyakinkan suatu rancangan atau suatu prediksi. Keinginan atau tekad yang terlalu menggebu-gebu tanpa memasrahkan-mengembalikan semuanya pada kehendak Alloh.
Selain Su'ul Adab terhadap Alloh, di situ juga menyulitkan diri sendiri dan mempercepat keresahan diri.

B. Tadbiir Yang Dianjurkan.

* Yaitu Tadbiir (mengatur) pada tuntutan kewajiban peribadatan atau suatu amaliah kebaikan agar terselenggara dengan sebaiknya beserta selalu memasrahkan-mengembalikan semuanya pada Kehendak Alloh.

C. Tadbiir Yang Mubah.

* Yaitu Tadbiir (mengatur) pada urusan keberlangsungan hidup (urusan pekerjaan, kesehatan, ekonomi, dlsb) beserta tafwiid (memasrahkan-mengembalikan semuanya pada Kehendak Alloh).
📚 Intaha Iqadzul Himam, Hal 34.

3. Maa qooma bihi ghoiruka.

Maa = (Maa Nakiroh) Urusan-semua urusan atau semua pemasalahan yang berhubungan dengan kehidupan makhluk termasuk dirimu (perihal rizqi/kehidupanmu dengan segala rumit-rumitnya)

Qooma = Njumenengi  atau sudah melakukan suatu tugas-urusan dengan pengaturan dan penyelesaian yang sangar terbaik.

Ghoiruka = Maksudnya Ghoiruka di sini adalah Alloh.

4. Anka.

Maksudnya disini adalah kamu sama-sekali gak dilibatkan dalam penyelesaian urusan yang berhubungan dengan jatah rizqimu-kehidupanmu dengan segala rumit-rumitnya.

5. La taqum bihi linafsika.

Maksudnya disini adalah tinggalkan, gak perlu ikut campur, gak usah kamu yang mikir penyelesaiannya.

Penjelasan Maqolah 004.

Kronologi Maqolah 004.

Setelah Ibnu 'Athoillah menjelaskan runutan awal perjalanan seorang Murid-Salik mulai Maqolah 1,2,3. Bila mau mengawali perjalanan ruhani...
✍️ Jangan bergantung pada Amal.
✍️ Dalam beramal-beraktivitas haruskah posisiku milih Asbab atau Tajrid saja.
✍️ Lalu bilamana dalam aktivitas amal menemui kejadian atau proses yang berbeda-beda (diluar kewajaran, secara wajar-umume wong atau proses hasil yang seperti gak mungkin bisa terjadi saking lamanya proses), Maka yakinlah bahwa semua itu sudah diatur oleh Alloh.
✍️ Lalu bagaimana sikap seorang murid dalam menyikapi kehidupan duniawi ini (mengenai rizki dunianya beserta penyelesaiannya)?.

Sasaran Maqolah 004.

✍️ Sekarang pada Maqolah 004 ini, Ibn 'Athoillah memberi panduan "Bagaimana sikap seorang Murid-Salik dalam perihal urusan Duniawinya-Rizkinya dan Penyelesaiannya".

Inti Bahasan Maqolah 004.

Sudah diketahui, bahwa Alloh yang Maha Segala itu sudah Mengatur-Menanggung-Menjamin Rizqi Makhluknya-Alur kehidupanya. Kapan, Seperti apa, Dimana, Seberapa dan Bagaimana penyelesaiannya itu semua sudah diatur oleh Alloh. Maka tercelalah bila seorang Murid-Salik yang sudah sedari awal memasang-melatih diri untuk sejalan-seirama dengan Kehendak Alloh kok ikut campur atau intervensi pada PengaturanNYA.

Bentuk-Bentuk Tadbiir-Intervensi.

1. Memberi Usulan-Memilihkan.

"Mbokya dibikin gini, jangan begitu".
"Mbokya segini, jangan segitu".
"Yang ini aja lo, jangan yang itu".

2. Protes.

"Duh, kenapa jadi begini".
"Duh, kenapa cuma segini".
"Kenapa dia yang dapat? seharusnya itu kan jatah bagianku".

3. Memastikan-Memaksa/Tabarrum.

"Harus berhasil, harus sukses, harus kaya, harus lulus, harus tercapai. Harus begini, harus begitu". Yang mengharuskan itu lo siapa??!

"Aku percaya kalau semua ini yang ngatur Alloh, tapi kalo sukses atau tidak suksesnya proyek ini harus aku yang ngatur (kalau yang ngatur Alloh, nanti jangan2 keliru ngaturnya)".

4. Syakwa-Sambat-Mengeluh.

"Andaikan saja tidak begini ya, mungkin bisa begitu".
"Andai saja tidak hujan ya, pasti acaranya lancar".

Efek Buruk Dari Tadbiir.

Dari Tadbiir, itu nanti kalau terus-teruskan dipikir akan memunculkan permasalahan dan kerumitan baru yang tidak kalah rumit dari posisinya saat ini.

✅ 1. Sumber daya membengkak.

Karna kamu yang ngatur dan mengharuskan diri sendiri, maka sudah tentu sumber daya akan membengkak. Waktu, tenaga, pikiran, uang, promosi, antisipasi dengan segala rumit-rumitnya. Semua ditumpahkan-diarahkan pada keinginannya itu. Yang sebenarnya kalo dipikir lebih mendalam itu cuma nuruti kesenengan. Nambahi rekoso, mempercepat capek sendiri. Karna semua diarahkan ke situ, sudah barang tentu menyita waktunya. Waktunya habis untuk ngurusi perkara-perkara yang sebenarnya sia-sia.

✅ 2. Ketakutan, Kekhawatiran,

Kecemasan, Ragu dan Bimbang, Resah dan Gelisah, Pikiran kalut, Panik. Yang semua itu munculnya dari sesuatu yang sebenarnya itu tidak ada tapi ditadbiir-dipastikan menurut kira-kiranya sendiri.

"Nanti jangan2 begini, nanti jangan2 begitu" .
"Bagaimana nanti kalo begini begitu".
"Kita itu harus begini begitu, kalau tidak, nanti tidak akan dapat anuanuanu".

Helehh helehh..hawong kok mempercepat capek, menyulitkan diri sendiri😀😁

✅ 3. Menyalah-nyalahkan orang lain,

Beralibi, Berbohong, Mencari kambing hitam, Dendam atau malah Putus Asa.
Ya karna ia sudah kadung terlanjur men-tadbiir, sedang tadbiirnya itu gak terjadi.

"Ini semua karna salah akibat anuanuanu, karna tidak begini begitu".

Hawong sudah kejadian akibat kok baru menyalahkan sebab, sama sekali tindakan itu tidak mengembalikan akibat yang sudah terjadi. Yang mana akibat yang sudah kejadian itu adalah Takdir Pemilihannya Alloh.

✍️ Ikut campur-Intervensi tercela adalah saat seorang (Murid-Salik) mengira-ngira memilihkan atau memastikan-memaksakan keadaan kondisi posisi atau situasi yang (dikira) patut pada dirinya (bukan patut menurut ukuran aturan Alloh tapi menurut ukuran keinginan syahwat kesenengannya sendiri) dan ikut campur (seperti memberi usulan pada Alloh) perihal penyelesaiannya.

✅ 3. Su'ul Adab Capek dan Sia-Sia.

Hal ini, itu ibarat seseorang itu mempercepat capeknya sendiri, memperparah kesulitannya sendiri.

"Andaikan aku kaya, bisalah aku beli ini-beli itu. Bisa sedekah segini segitu"

Padahal kondisinya saat ini ia lagi miskin. Karna ia ngebet pingin kaya, akirnya ia kepikiran, harus njeleput kesana-kemari ngoyo kerja-keras sampai lupa waktu agar sesuai keinginannya, dan itu mempercepat capeknya sendiri, memperparah kesulitannya sendiri.

Sialnya, SERINGKALI apa yang diharapkannya itu tak terjadi. Akirnya harapan yang selama ini dipikirkannya siang-malam itu malah membuatnya kecewa, usahanya akirnya gagal juga, waktunya terbuang sia-sia, sedang umurnya makin tua. Kewajiban peribadatan terabaikan, sedang ia tidak punya adab karna kontroversi-berselisih dengan ketentuan Tuhan (Alloh).
Suatu Su'ul Adab dan banyak kesia-siaan yang sudah semestinya bagi seorang yang berakal cerdas tidak melakukan itu.

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ
"Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman". ~ Q.S Al-'Araf, Ayat 72.

✍️ Dzolim : Kewajiban peribadatan terabaikan, Sedang ia berselisih bertentangan dengan ketentuan Tuhan (Alloh).

Dawuh Syekh Sahl Abdulloh Attustari R.A.
"Tinggalkanlah mengatur dan memilih, Maka sesungguhnya kedua perkara itu adalah yang mengotori (nyerimpeti) jalan hidup manusia".

Dawuh Syekh Abu Hasan Asyadzili R.A.
"Andai ada yang mau gak mau (yang seharusnya) dari ikut campur mengatur (intervensi), maka intervensilah untuk tidak ikut campur (intervensi)".

✍️ Qultu, maksud dawuh ;
"Andai ada yang seharusnya dari intervensi, maka intervensilah dirimu untuk tidak intervensi".

Kesimpulan :

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)". ~ Q.S Al-Qashash, Ayat 68.

✍️ Untuk urusan hidupmu, Sudahlah terimalah posisi kondisi dan situasimu saat ini. Taslimkan saja pada Alloh, tak usahlah kamu memilih, mengira-ngira, memaksa, sambat-mengeluh, khawatir atau memastikan posisi kondisi dan situasi apa yang terbaik untukmu saat ini. Semua sudah ada yang ngatur, Alloh yang Maha Mengatur telah memberimu posisi kondisi dan situasimu saat ini, dan itulah yang terbaik.

✍️ Selalu Taslim (Selalu siap sedia menerima segala konsekuensi serta efek-efeknya dari pemilihannya Alloh).

✍️ Bila saat ini posisimu lagi dilanda kebangkrutan usaha, misale.
Sudahlah terima saja.
Bila ada yang ingin pergi darimu (kekayaan), Sudah lepaskan saja.
Bila ada yang ingin datang padamu (kemiskinan), sudah persilahkan saja.
Anggap saja datang dan pergi itu adalah pemilihan Alloh (tamu Alloh).

✍️ TASLIM (Siap sedia menerima segala konsekuensi).
Bila karna bangkrutmu, kamu harus dijauhi saudara dan teman, dicemooh keluarga dan handai taulan, sudah terima saja.

✍️ Tidak usahlah kamu menyalah-nyalahkan dirimu sendiri, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan apalagi balas dendam itu hanya akan menghabiskan waktu dan umurmu.

✍️ Kamu keluhkan, kamu dendamkan pun sedikitpun tak akan merubah-tak akan mengembalikan apa sudah pergi dan hilang. Malah bisa-bisa kamu makin terperosok pada dosa kedzoliman dan kesia-siaan yang makin berlarut-larut.

✍️ Lakukanlah kewajiban semampu-mampumu, kerjakan saja kemanfaatan yang kamu bisa saat ini. Sisanya biar Alloh yang ngatur.

‼️ Bab Tadbiir ini dibahas panjang lebar oleh Ibnu 'Athoillah dalam kitabnya "Attanwiir Fi Isqoti Tadbiir", keterangan lebih lanjut silahkan muroja'ah ke situ.

‼️ Perihal Taslim akan dibahas secara interaktif dalam Bab Hikmah-Hikmah Musibah, Insya Alloh.

‼️ Perihal Isqotu Tadbiir inilah yang menjadi dasar dalam Thoriqoh. Menjadi dasar bagi seseorang Murid-Salik yang ingin menempuh perjalanan ruhani (berjalan beriring-seirama dengan Kehendak Alloh). Karna kalau tidak "Isqotu Tadbiir" kamu nanti akan berputar-putar terbelenggu oleh Pemikiranmu-Prasangkamu sendiri 

Wallohu 'Alam Bi Shawabih.
~ Intaha, Ulasan Admin.

Mudarosah Interaktif

Artikel Terbaru Catatan Mudarosah


Muhadloroh Interaktif

Bab Dzikir Dan Do'a


Fiqih Interaktif

Muhadloroh Fiqih Ala Mizani Tawwasuth.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Adab

Praktek Tatakrama Ubudiyyah Wal Muammalah.

Pelajari Selengkapnya ...

Para Tokoh Salafu Shalih

Biografi Para Imam Dan Para Tokoh Islam.

Pelajari Selengkapnya ...

Ma'arif Tasawuf

Intens Pemahaman Amaliah Tasawuf.

Pelajari Selengkapnya ...

Syarah Asma' Wa Adilatihi

Interaktif Kajian Syarah Asma'.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Tafsir

Interaktif Mudarosah Tafsir Al-Qur'an.

Pelajari Selengkapnya ...

Muhadloroh Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Maqolah 004 - Isqathu Tadbiir Jangan Intervensi Keputusan Dan Jaminan Alloh ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Koreksi dan masukan, silahkan kirim via Email.

Vote:
Kirim Donasi
Post Location :
Kec. Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Comments And Inbox

Kirim Email
Forum Diskusi

Komentar