Maqolah 003 - Terkabulnya Keinginan Dan Cita Tidak Bisa Melewati Takdirnya Alloh

BlogAuthor
Posted By : |
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Alhikam - Pemahaman Qada' Dan Qadar, Mubram Dan Mu'allaq
Maqolah 003, Attanbih Syarah Alhikam. 

Terjemah Maqolah 003. 

Keinginan dan cita-cita yang cepat terkabul itu sejatinya juga masuk pada tata urutan takdirnya Alloh.

* Dalam peribahasa jawa :
"Kridaning pakerti, ora biso mbedah kutaning pesti"
Artinya : Keinginan-Kekuatan-Kemampuan dan Usahamu itu sama sekali tidak bisa melangkahi batas-batas takdirnya Alloh.

Kamus Kata :

1. Sawabiq.

* Sesuatu kejadian-peristiwa yang prosesnya sangat cepat terkabul, saking cepatnya sampai kayak-kayak tanpa melalui proses sewajarnya. Seperti halnya efek dari Karomah atau Sihir.

2. Himam-Himmah.

* Suatu keinginan rencana atau cita-cita secara umum atau malah baru sekedar azam (kepinginan yang baru terbersit dalam hati tapi belum jadi niat atau belum diproses oleh tindakan).

* Dorongan kuat dalam hati untuk melakukan suatu hal. Orang umum sering menyebutnya dengan "Tekad".

* Dorongan kuat dari alam bawah sadar yang terkonsentrasi, yang akirnya seperti punya kekuatan untuk mengubah (persepsi) sesuatu. Orang umum sering menyebutnya dengan "Matek Aji".

*  Atau SEFT (Spiritual Emotional Freedoom Technik) dalam Ilmu Psikologis-Psikiater. Tehnik penyembuhan dengan cara mempengaruhi emosional pasien.

* Sugesti alam bawah sadar yang terfokus saat si targetnya dalam keadaan tenang-relaksasi, akirnya sugesti itu masuk dalam kesadaran hingga seakan punya kekuatan dapat mengubah persepsi atau prilaku seseorang. Orang umum menyebut Hipnotis (Hipnoterapis) atau bahasa kerennya biasa disebut L.O.A (Low Of Attraction).

✍️ Perihal teori-teori dan pemahaman seputar Alam Bawah Sadar, bisa muroja'ah pada Maqolah 060.

3. Sawabiqul Himam.

* Keinginan rencana atau cita-cita atau azam yang cepat sekali terkabul, saking cepatnya seakan-akan mendului proses atau tanpa melewati proses.

4. Aswarol Aqdaari :

* Batas-batas Takdiir, dalam hal ini adalah tata urutan atau rangkaian Qada' dan Takdirnya Alloh.

Penjelasan Maqolah 003.

Kronologi.

Setelah Ibn Athoillah menjelaskan awal perjalanan para Murid-Salik pada Maqolah 001 dan Maqolah 002, bahwa awal si Murid-Salik dalam menapaki perjalanan ruhaninya itu Jangan Bergantung Pada Amal (Maqolah 001) lalu wadah prakteknya Maqolah 001 si Murid-Salik ini harusnya Asbab atau Tajrid saja (Maqolah 002), lalu seterusnya pada Maqolah 003 ini bagaimana saat si Murid-Salik dalam perjalanan ruhaninya ini melihat diberi atau punya kemampuan atau mengalami sendiri "sebuah himmah atau mungkin kejadian-kejadian luar biasa yang seakan-akan terjadi tanpa melalui proses. Seperti halnya karomah atau sihir.

Qultu:

Saat seorang Murid-Salik itu mengawali perjalanan ruhaninya (memasang diri bahwa semuanya itu atas kehendak Alloh) mulai dari sering mujahadah, istiqomah baca aurad dll, itu terkadang dilihatkan atau diberi kemampuan oleh Allah kejadian-kejadian luar biasa, seperti mendapat karomah, baru berdoa terkabul atau malah baru azam (kepingin dalam hati) langsung terkabul.
Itu semua Ujian untuk si Murid-Salik, ia masih yakin semua atas kehendak Allohkah atau karna keinginan, rencana, cita-cita, azamnya atau kemampuan-karomahnya si Murid-Salik?

Saat seseorang itu punya kemampuan-bakat (entah kemampuan prediksi, kemampuan menghitung data sebab-akibat atau menghitung suatu rancangan atau bakat diluar kewajaran), Berangkat dari kemampuan itu, biasanya seseorang itu terus punya "HIMMAH/Suatu Cita-Cita", karna berbekal kemampuannya yang sudah didapat itu tadi hingga akirnya ia bisa memastikan suatu akibat. Dan nyatanya akibat itu kejadian.

"Karna Dukun atau Kyai itu punya Ilmu atau Karomah atau Ma'unah, akirnya ia sanggup memastikan suatu akibat".
"Karna seseorang itu punya kemampuan prediksi yang tinggi, akirnya ia sanggup memastikan suatu rancangan".

Dan nyatanya kejadian. Maka kasus yang seperti itu sejatinya masuk dalam rangkaian qada' dan qadarnya Alloh.

Maka janganlah heran, janganlah terpukau, keyakinanmu janganlah geser sedikitpun, bahwa semua yang terjadi itu tidak lepas dari rangkaian takdir dan qadarnya Alloh.

Artinya, keinginanmu dan juga terkabulnya keinginanmu dengan cepat itu TERNYATA masih dalam rangkaian takdir dan qadarnya Alloh, dan sama sekali apa yang ada dalam dirimu (azam-keinginan, cita-cita) itu tidak mempengaruhi apa-apa dalam kejadian terkabulnya cita-cita itu.

Himmah Ada 3 Rangkaian.

1. Himmah Sabiqoh.

* Antara keinginan dan terkabulnya keinginannya itu cepat sekali (seperti mendahului proses atau kayak-kayak tanpa melalui proses. Seperti halnya Karomah (dari orang Shalih) dan Sihir (dari orang Fasiq) alias Ora Umum.

Contoh Karomah :
Saya kepingin.. Cling langsung ada, langsung bisa, langsung terkabul.
Cuma doa sedikit, langsung terkabul.

Contoh Sihir :
Cuma komat-kamit membaca mantra pendek..Cling langsung ada, langsung bisa, si target langsung mati, target langsung klepek-klepek.
** Kayak-kayak tanpa melalui proses.

Seperti ayat berikut:
قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌۭ مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّۭ كَرِيمٌۭ  #
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". ~ Q.S An-Naml, Ayat 40.

كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًۭا ۖ قَالَ يَـٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَـٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ. #
"Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab". ~ Q.S Ali Imran, Ayat 37.

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌۭ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًۭا وَحَصُورًۭا وَنَبِيًّۭا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ. #. قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌۭ وَقَدْ بَلَغَنِىَ ٱلْكِبَرُ وَٱمْرَأَتِى عَاقِرٌۭ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ ٱللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ. #
Q.S Ali Imran, Ayat 39-40.

2. Himmah Mutawasithoh.

* Antara keinginan dan terkabulnya keinginannya itu dalam proses wajar seperti umumnya prosesnya orang-orang (umume wong).
Contoh :
Proses hemat pangkal kaya,
Proses rajin pangkal pandai,
Proses bersih pangkal sehat.
Mencuri akhirnya dihukum,
Pandai marketing akirnya jualannya laris.

Seperti ayat berikut :
وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". ~ Q.S Maryam, Ayat 25.

وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ لَا تَدْرِى لَعَلَّ ٱللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًۭا  #
"Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru". ~ Q.S Talaq, Ayat 1.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
"Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan". ~ Q.S Al-Insyiroh, Ayat 5.

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًۭا
"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan".  ~ Q.S Al-Insyiroh, Ayat 6.

3. Himmah Muta'akhiroh.

* Antara keinginan dan terkabulnya keinginannya itu prosesnya lama sekali.

Contoh kasus, Setelah sekian lama berusaha dan berdoa baru berhasil-terkabul.
Setelah sekian lama dan kesana-kemari berobat baru sembuh.

Seperti kasusnya Nabi Zakaria A.S yang sudah sekian lama berdoa :
قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًۭا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّۭا
"Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku". ~ Q.S Maryam, Ayat 4. 

** Dari ketiga macam Himmah di atas tersebut itu semuanya sama-sama masuk dalam rangkaian takdir dan qadarnya Alloh, sedang keingianmu atau usahamu itu (pada hakikatnya) sama sekali tidak mempengaruhinya.

Kamu bisa karomah-bisa sihir (berkeinginan-berusaha-berdoa-baca mantra ) itu kan (wadahnya-kekuatannya, pengetahuannya) harus hidup dulu, sehat dulu, pintar dulu, Lah kalau gak hidup manabisa semua itu kejadian?

Artinya, kejadian terkabulnya 3 himmah itu, itu kan kamu harus dibikin hidup dulu, sehat dulu, pintar dan tau dulu. Hatimu digerakkan untuk punya sebuah keinginan, akalmu diberi pengetahuan untuk bisa memilih, mulutmu diberi kekuatan untuk bisa berdoa atau komat-kamit baca mantra, tanganmu kakimu diberi kekuatan untuk bisa berusaha.

Artinya sama-sama atas karunia Alloh, sama-sama atas kehendak Alloh, sama-sama masuk dalam pengaturannya, BUKAN KOK karna atas kehendak dan kekuatanmu. Sama Sekali keinginan dan kekuatanmu itu tidak keluar dari batas rangkaian takdir dan qadarnya Alloh.

Artinya, kamu bisa berbuat terus diberi kekuatan dan terkabul itu karna Alloh menghendaki itu.

Kamu pingin ayam goreng, misale.
Karna kamu ditakdir dapat dan bisa makan ayam goreng, oleh Alloh, kamu dikasih hidup dulu, hatimu digerakkan untuk punya keinginan, akalmu diberi pengetahuan mikir bahwa ayam goreng itu enak dimakan, tanganmu kakimu perutmu diberi kesehatan, dan obyeknya ayamnya diadakan didatangkan oleh Alloh, akirnya kamu bisa makan ayam goreng.

Tidak bisa kamu katakan (meyakini),
"Aku bisa makan ayam goreng ini karna kekuatanku?"

Loh bagaimana bisa dengan kekuatanmu?! sedang untuk makan ayam goreng saja itu kamu harus hidup dulu, organmu, mulutmu harus sehat dulu-punya kekuatan, lah kalau gak hidup apa bisa makan ayam goreng? Sedang kekuatan untuk itu semua itu karna bantuan Alloh!.

Sekilas Pemahaman Qada' Dan Qadar.

1. Qada' (Kepastian Kehendak Alloh).

* Keputusan-Kepastian-Kebijakan Alloh yang sama sekali makhluk-manusia tidak dilibatkan. Keinginan, logika, akal, kemampuan dan kekuatan Manusia tidak bisa masuk (tidak bisa mengatur, tidak terlibat dan tidak bisa melibatkan diri).

Contoh : Kematian, Kelahiran, Tidak bisa memilih orang tua, Hari Kiamat, Bahagia (hidayah keimanan, husnul khotimah) atau Celaka (jatah kekafiran), yang mana Bahagia atau Celaka itu jadi ending akir cerita dari kehidupan seseorang.

Q.S Baqarah, Ayat 117.
بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ.   #

Q.S Yasin, Ayat 82.
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ. #

Manusia tidak bisa masuk, tidak bisa memilih, tidak bisa melibatkan diri, KAPAN, DIMANA, SEPERTI APA Qada'nya Alloh yang ini, itu direalisasikan.

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)". ~ Q.S Al-An'am, Ayat 59.

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ~ Q.S Al-Hadid, Ayat 22.

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)". ~Q.S Hud, Ayat 6.

2. Qadar/Takdiir (Mubram dan Mu'allaq).

* Takdiir Keputusan Kebijakan Aturan Hukum atau Pembatasan-Pembatasan Alloh pada Manusia (untuk kebaikan manusia itu sendiri).

Lalu Qadar/Takdir bagian ini baru dibagi 2, yaitu Mubram dan Mu'allaq.

A. Takdir Mubram.

Keputusan Kepastian Aturan Hukum atau Pembatasan Alloh yang manusia itu tidak dilibatkan dan tidak bisa melibatkan diri.

Contoh:
Takdir Kepastian atau Batasan Dhorof (Manusia diwadahi ruang dan waktu),
Aturan Hukum-Hukum Syariat,
Aturan Hukum Sebab-Akibat,
Aturan Hukum-Hukum Alam,
Hukum Asal Fisika-Kimia.
Hukum Asal Genetika (Ukuran-Bentuk-Warna-Kekuatan-Kemampuan) Meliputi Malaikat Jin Syetan Hewan Tumbuhan Manusia, Baik itu Makhluk Atas-Tengah-Bawah. Semua itu dibatasi oleh Alloh.
Pada asalnya semua dalam keteraturan singkronisasi yang amat sangat teratur. Baik dalam hal statis atau dinamis.

Q.S Ali Imran, Ayat 6.
هُوَ ٱلَّذِى يُصَوِّرُكُمْ فِى ٱلْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ. #

Takdir Mubram
 Takdir Mubram + Mu'allaq Bareng.  
Kasus:
Seseneng-senengnya kamu, waktu kamu itu ya cuma 24 jam, seminggu 7 hari, sebulan itu 29,30,31 hari, dst.
Waktune terbatas, Mas. Waktune ora ono, wektune ora nyandak 😀

✍️ Seseneng-senengnya kamu, waktu-umur kamu itu ya kalau hidup (di dunia ini) dan akan berakir dgn kematian.
✍️ Seseneng-senengnya kamu, tangan kamu itu ya cuma 80cm sampai -+ 1 meter.
✍️ Seseneng-senengnya kamu makan, perut kamu itu ya cuma bisa nampung 1,2,3 piring nasi. Kamu isi dengan 20 piring ya Mbledoss 😀

Waktu gak bisa diulang,
Umur manusia itu terbatas,
Wong ono bosene (orang ada bosannya),
Awak ono kesele (badan ada capeknya-rusaknya),
Wektu-Umur-Masa ono Ntek'e (waktu-masa ada habisnya),
Kalau nafsu kepinginan, ga ada habisnya. Untungnya nafsu manusia itu kok diwadahi Alloh dalam ruang (raganya manusia) dan waktu (terbatasnya waktu dan kesempatan di Dunia fana ini). Andai nafsu keinginan manusia itu tidak diwadahi ruang dan waktu, Oo..bisa jadi Malaikat, Sekelas jin dan syetan "iso penculut-penculut loncat kesana-kemari menurut keinginan nafsunya.

Ayat Mubrom + Mu'allaq Bareng.
أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ
"Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui". ~ Q.S Yasin, Ayat 81.

✍️ Disusul Ayat setelahnya, Q.S Yasin 82.
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ. #

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍۢ مَّعْلُومٍۢ
"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu". ~ Q.S Al-Hijr, Ayat 21.

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍۢ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ
"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat". ~ Q.S As-Syura, Ayat 27.

إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَـٰهُ بِقَدَرٍۢ
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran". ~ Q.S Al-Qamar, Ayat 49.

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ
"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan)".  ~ Q.S Arrahman, Ayat 7.

B. Takdir Mu'allaq.

Kepastian, Keputusan, Aturan Hukum atau Pembatasan Alloh namun melibatkan (usaha-ikhtiar-doa-perjuangan) Manusia.

✍️ Ingat!! Melibatkan BUKAN bergantung atau menunggu usaha-ikhtiar-doa atau perjuangan manusia dulu baru Alloh ngasih, BUKAN BEGITU, Tidak sama sekali.

✍️ Yang sering disalah fahami banyak orang, usaha dan doa itu mempengaruhi takdirnya Alloh, mempunyai kekuatan efek untuk mengubah takdir Alloh, pada hakikatnya TIDAK SAMA SEKALI.

✍️ Mu'allaq itu pasnya dimaknai melibatkan BUKAN menggantungkan. Karn otoritas Alloh itu penuh.

✍️ Dilibatkan (mu'allaq) tapi juga dibatasi (Mubram) karna ada banyak hikmah kebijakan Ketuhanan untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Apa tidak bisa Alloh bikin semua sendiri, sekali Cling jadi. Oo..sangat mudah sekali, hawong bikin alam semesta beserta rumit-rumitnya, menjaga dan mengembangkannya aja mudah sekali kok, apalagi cuma bikin seorang itu jadi kaya. Tapi kembali lagi, semua dibatasi-semua itu ada batasnya.

بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ. #

Sering disalah-fahami.

Sering orang menggunakan ayat ini sebagai dalil bahwa takdir bisa dirubah.

Ayat 1.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍۢ سُوٓءًۭا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ. #
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia". ~ Q.S Ar-Ra'dlu, Ayat 11.

Ayat 2.
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya". ~ Q.S An-Najm, Ayat 39.

Penjelasan Ayat 1.
Itu ayat dalil refleksi Bersyukur, BUKAN dalil Takdir. Karna kalau kamu maknai Alloh nunggu Makhluknya berbuat dulu baru Alloh bereaksi, Maka itu bertentangan dengan sifat wajib Qudroh Irodahnya Alloh. Juga bertentangan dengan dalil bahwa "Alloh sudah menanggung rizqi makhluknya".

Contoh Penjelasannya:
Andai jatah rizqimu itu cuma 10, namun karna tidak kamu gunakan dengan baik (untuk hura-hura, misale) akirnya rizki itu seperti gak cukup.
Berarti apa yang berubah dan siapa yang merubah? Bukan takdirnya tapi yang merubah Manusia itu sendiri.

Demikian juga bila jatah rizqi 10 itu disyukuri dan digunakan dgn baik, akirnya cukup dan terasa lebih-lebih.
Berarti apa yang berubah dan siapa yang merubah?.

Masing-masing jatah rizqinya Manusia itu tetap-gak dirubah-rubah oleh Alloh (Ada jatahnya, Ada masanya, Ada porsi batasannya), namun manusialah yang ngatur (digunakan dgn baik atau dihambur-hamburkan).

Penjelasan Ayat 2.
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya".

✍️ "Maa" disini adalah maa nakiroh (umum alias apapun) BUKAN bermakna rizqi atau hasil. Karna kalau dimaknai rizqi atau hasil, maka akan bertabrakan lagi dengan Qudroh Irodahnya Alloh.

Saat "maa nakiroh/selain apa" disambungkan dengan lafadz "maa sa'a/yang diusahakannya" Maka "maa" di situ bermakna "Peran-Tugas Manusia".

Komplitnya :
"Dan bahwasannya Manusia itu cuma dapat (tugas-menempati-posisi) perannya masing-masing.

Kamu peranmu di Dunia ini jadi apa?
Jadi Dokter, Guru, Petani, Pedagang. Ya udah cuma itu tok beserta rumit-rumitnya (baik dan buruknya, proses dan perjuangannya). Soal rezeki, hasil akhir sudah ada yang ngatur.

Maka sebenarnya sama sekali tidak ada perlawanan-perselisihan antara Usaha dan Takdir, Antara Tauhid dan Logika.

Ayat-Ayat Mu'allaq (Melibatkan).
وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًۭا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍۢ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍۢ. #  لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ. #
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir". ~ Q.S Al-Hajj, Ayat 27-28.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya". ~ Q.S Al-Zalzalah, Ayat 7.
 
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula". ~ Q.S Al-Zalzalah, Ayat 8.

Hikmah Mu'allaq (Melibatkan Manusia).

Hikmah dalam takdir mu'allaq itu buuuanyakk sekali, yang intinya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri, diantaranya agar terjadi proses perjuangan, berlomba-lomba dalam kebaikan, Syuhada' 'alannas, sebagai tugas Khalifah (wakil Alloh di muka bumi) untuk kebaikan diantara manusia itu sendiri. Yang mana keterlibatan perjuangan itu nanti akan dinilai dan diberi jaza' ganjaran balasan oleh Alloh.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَـٰكُمْ أُمَّةًۭ وَسَطًۭا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًۭا ۗ  #
"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu". ~ Q.S Baqarah, Ayat 143.

وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ
"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong". ~ Q.S Al-Hajj, Ayat 78.

Banyak ayat yang menjelaskan hal ini (Takdir Mu'allaq).
Diantaranya ada ayat-ayat Yuhibu.
Yuhibul muhsiniin, Yuhibu tawwabin, Yuhibu Mutathohiriin, Ma'a Shobirrin.
Ada ayat-ayat kabar gembira, Ada ayat balasan, Ada ayat ancaman, Ada ayat perintah, Ayat larangan, Ayat perintah berusaha-berdoa, Aturan dan Hukum-Hukum Alloh pada Manusia (Hukum-Hukum Syariat), dan banyak lagi.

Dan semua itu Mu'allaq (Alloh melibatkan manusia untuk kebaikan manusia itu sendiri, Alloh sayang banget sama Manusia, termasuk bentuk sayangnya dikasihlah sebuah tugas Kholifah - ikut andil berperan-berjuang wakil Alloh di muka Bumi ini utk berlomba-lomba dalam kebaikan).

Sebagai refleksi kasih sayang Alloh.
Sebagai penampilan kekuasaan Alloh.
Agar supaya ada nilai tambah, bahwa ciptaan bisa juga dekat dengan pencipta.
Dan buuanyakk lagi Hikmah Kebijakan Ketuhanan yang Hanya Alloh yang Mengetahui. Wallohu 'Alam.

 وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَـٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَفَضَّلْنَـٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍۢ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًۭا
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". ~ Q.S Al-Isra', Ayat 70.

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". ~ Q.S Al-Ankabut, Ayat 69.

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّۢ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةًۭ وَمِنْهَاجًۭا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًۭا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu". ~ Q.S Al-Maidah, Ayat 48.

Meski semua fasilitas kekuatan kemampuan sarana dan prasarana (dimuka bumi ini) itu milik Alloh diperuntukkan semua untuk manusia, tapi nanti kalau digunakan dgn baik, yang dapat nilai dan ganjaran ya manusia itu sendiri. Enak to..

Lihat Ayat-Ayat Taskhir Berikut, Begitu semuanya ditundukkan untuk keberlangsungan kebaikan dan keterlibatan manusia.

Ayat-Ayat Taskhir
 Ayat-Ayat Taskhir. 
Contoh melibatkan:
Karna dari sananya (takdir azali), takdir kamu itu kaya, Maka Alloh melibatkan kamu (kamu diberi kekuatan kemampuan, kamu bisa rajin berdoa, kamu pintar, badanmu diberi kesehatan, diberi kekuatan, kamu punya waktu, semua perantara dimudahkan akirnya kamu jadi kaya).

Hukum Simulasi Sebab Akibat.

Sebagai Sunnatulloh, Alloh menempatkan proses takdir mu'allaq ini dalam kerangka Sebab-Akibat. Tapi sebenarnya keduanya (sebab-akibat) itu juga masuk dalam kerangka takdir Alloh.

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ وَءَاتَيْنَـٰهُ مِن كُلِّ شَىْءٍۢ سَبَبًۭا  #  فَأَتْبَعَ سَبَبًا. #
"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Maka diapun menempuh suatu jalan". ~ Q.S Al-Kahfi, Ayat 85-86.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya".
 
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Seperti contoh di atas:
Takdir kaya, maka kerangkanya kamu dibuat seperti sebab (diberi kekuatan kemampuan dan kesempatan) akirnya terjadilah akibat kaya. Sebaliknya kalau takdir kamu miskin.

Tapi itu pun masih bergantung  pada Mubramnya Alloh (Hasil Akhir ada dalam kuasa Alloh).
Kerja keras, tapi tetep miskin, banyak.
Gak kerja atau cuma kerja ecek-ecek tapi cepet kaya, banyak juga.

Karna takdirmu itu masuk Surga, maka meskipun saat ini kamu ahli maksiat, pada akirnya Alloh akan membuat simulasi sebab (entah sebab serius atau sebab ecek-ecek) yang membuatmu masuk Surga.

Meski semua keputusan Hasil Akhir itu dalam kuasa Alloh, tapi Alloh juga sudah kadung Dawuh-Janji, bahwa yang berbuat baik akan dibalas baik, yang berbuat buruk akan dibalas buruk. Nah dalam hal perbuatan (baik-buruk) ini dibuatkanlah Wadah Hukum-Hukum Syari'at 

Bisa dan Sah.
✅ Ada sebab tapi ga dikasih akibat.
✅ Ada akibat tapi ga dikasih sebab.
✅ Ada proses sebab dan jeda waktu efek akibatnya-berhasilnya wajar-gak terlalu lama.
✅ Ada proses sebab namun jeda waktu efek akibatnya-berhasilnya setelah sekian lama.

Kasus tersebut (contoh kaya), seakan-akan yang bikin kaya itu kemampuan-kekuatan usaha dan doa manusia, tapi sebenarnya TIDAK SAMA SEKALI, tapi itu semua memang sudah takdir/batasan dari sananya (wis jatahe, wis wayahe).
Namun dalam realisasinya kamu dibuatkan simulasi sebab-akibat.

Tapi andai Takdirmu itu miskin, maka kamu tidak diberi kemampuan kekuatan dan kesempatan untuk itu semua.

Atau diberi (kemampuan kekuatan dan kesempatan (untuk hikmah di atas tadi) NAMUN entah seperti apa prosesnya, endingnya kamu tetap miskin, karna memang takdirnya miskin.

Namun meskipun kamu miskin gagal jadi kaya, tetap saja terjadi proses kamu ikut andil berperan untuk manusia-hamba Alloh yang lain.
Terjadi proses kamu pergi ke pasar, kamu berjualan, kamu membantu orang lain, terjadi proses saling tukar-menukar manfaat antar sesama.

Sebagai ganti atas perjuanganmu, Alloh pasti dan selalu menyiapkan ganti yang lebih baik dari semua kebaikan-perjuangan yang telah kamu lakukan.

إِن يَعْلَمِ ٱللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًۭا يُؤْتِكُمْ خَيْرًۭا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". - Q.S Al-Anfal, Ayat 70.

** Gantinya nanti menurut kebijakan kebaikan dan kemurahan Alloh, tapi Alloh pasti ngasih yang terbaik dan sesuai manfaat untuk dirimu.
** Perihal Jaza' ini nanti akan diulas lebih lanjut pada pembahasan Jaza' Balasan-Balasan Amal pada Maqolah 88 sampai 92, Insya Alloh.

Pertanyaan-Pertanyaan :

✍️ Apakah Usaha dan Doa itu dapat mempengaruhi Takdir (Simulasi Sebab Akibat)?
✅ Ya, Bisa (Secara Simulasinya BUKAN secara Hakikatnya). Bisa mempengaruhi baik pada Takdir Mubram ataupun Mu'allaq.

يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَـٰبِ
"Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)". ~ Q.S Ar-Ra'dlu, Ayat 39.

Kembali lagi pada uraian penjelasan di atas, bahwa dalam realisasi Keputusan- Kepastian-Kebijakan Ketuhanan dalam Qada' dan Qadar (Takdir Mubram ataupun Mu'allaq), Alloh SELALU PUNYA OTORITAS PENUH antara meluluskan atau membatalkan, memajukan atau mengakhirkan, mengadakan meniadakan atau merubah Takdir yang sudah tertulis tersebut. Dan seringkali prosesnya itu melibatkan Manusia. Dan banyak sekali Hadist-Hadist yang menjelaskan hal ini.
Alloh Bener-Bener Kuoso Banget.

Keterangan lebih mendalam, lihat Kitab "Aunul Murid Syarah Jauhar Attauhid, Hal 957.
Takdir Mubram Dan Muallaq
 Takdir Mubram Dan Mu'allaq. 
Aunul Murid Syarah Jauhar Attauhid

Kesimpulan :

Dari penjelasan di atas, bisa difahami bahwa sama sekali tidak ada bertentangan antara Logika dan Tauhid, Antara otoritas Alloh dan perjuangan Manusia, Antara Himmah Sabiqoh Mutawasithoh Muta'akhiroh, Antara Qada' dan Takdir Mubram maupun Mu'allaq.

Difahami juga, bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini, termasuk usaha doa dan perjuangan manusia, entah itu kejadian luar biasa yang seperti tanpa proses, kejadian wajarnya proses atau langka dan lamanya proses, TERMASUK PROSES ITU SENDIRI itu semua masuk dalam kerangka rangkaian SIMULASI qada' dan takdirnya Alloh.

Dan sudah semestinya (wajib) bagi seorang Murid-Salik untuk selalu meyakini bahwa semua yang terjadi itu atas kehendak Alloh. Tidak ada sesuatu pun yang punya potensi tanpa seizin Alloh.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Artinya, dalam kontek maqolah 003 ini, Sawabiq Himam (dengan berbagai macam realisasinya) itu jangan sampai mempengaruhi keyakinan seorang Murid-Salik bahwa semuanya itu atas izin Alloh. Adapun penjelasan kronologinya seperti ulasan di atas tadi.

Allohu Qadiir Muqtadir Al-Qohiru Fauqo ibadihi, Wahuwa Hakiimul Khobiir. 

Wallohu 'Alam Bis Shawabih.
~~ Intaha Ulasan Admin.


Mudarosah Interaktif

Artikel Terbaru Catatan Mudarosah


Muhadloroh Interaktif

Bab Dzikir Dan Do'a


Fiqih Interaktif

Muhadloroh Fiqih Ala Mizani Tawwasuth.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Adab

Praktek Tatakrama Ubudiyyah Wal Muammalah.

Pelajari Selengkapnya ...

Para Tokoh Salafu Shalih

Biografi Para Imam Dan Para Tokoh Islam.

Pelajari Selengkapnya ...

Ma'arif Tasawuf

Intens Pemahaman Amaliah Tasawuf.

Pelajari Selengkapnya ...

Syarah Asma' Wa Adilatihi

Interaktif Kajian Syarah Asma'.

Pelajari Selengkapnya ...

Mausuah Tafsir

Interaktif Mudarosah Tafsir Al-Qur'an.

Pelajari Selengkapnya ...

Muhadloroh Interaktif

Share Vote Comments And Other

Author Catatan Mudarosah.

Terima Kasih telah membaca Catatan Mudarosah
[ Maqolah 003 - Terkabulnya Keinginan Dan Cita Tidak Bisa Melewati Takdirnya Alloh ], Semoga bermanfaat.

Save as FAVORIT Bagikan Artikel

Halaman Catatan Favorit ada di kolom pojok kanan atas.
Koreksi dan masukan, silahkan kirim via Email.

Vote:
Kirim Donasi
Post Location :
Kec. Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia

Bab Dan Fasal

Comments And Inbox

Kirim Email
Forum Diskusi

Komentar